[DRABBLE] Hug

tumblr_static_tumblr_static_2dovkd3xu58gg4sooggcocsgg_640

 

Tittle: Hug | Author: seulras| Genre: Romance| Main Casts: Song Heera, Kang Daniel|Rating: PG-13

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Heera sempat terdiam ketika melihat Daniel berada di seberangnya tengah menatapnya diam, matanya berubah sayu, Heera dapat merasakan penyesalan pada ekspresi Daniel. Namun wanita itu seolah menutup rasa simpatinya, kemudian menghindari kontak mata dengan pria itu. Dia tahu kini Daniel tengah bersama teman-teman clubnya, buktinya jaket clubnya tengah ia pakai dan Heera sedikit memuji ditengah rasa kecewanya pada pria itu kalau pria itu tetap tampan meskipun dalam ekspresi yang menyedihkan.

“Heera-ya” Binmi memanggil namanya, Heera menengok dan mendapatkan Binmi disana membawa dua gelas jus di masing-masing tangannya, dengan segera Heera mengambil yang ia yakini jus pesanannya. Menyeruputnya begitu cepat hingga Binmi terheran, sebenarnya Binmi merasakan hal yang aneh pada temannya itu. Tidak biasanya ia sampai di kampus begitu pagi bahkan satu jam sebelum kelas pertamanya. Tapi Binmi tidak ingin ambil pusing dan menunggu Heera mau berbicara padanya.

***

Cuaca hari ini begitu dingin membuat Heera terus melingkupi dirinya dengan selimut, enggan berbicara pada siapapun termasuk adiknya yang tiba-tiba saja masuk kamarnya.

Noona, kau mau makan apa?” Wanmin, adik Heera bertanya pada Heera. Wajah Wanmin sebenarnya agak khawatir, namun ia yakin saudarinya hanya butuh waktu sendiri. Heera menggeleng menjawab Wanmin, dan adiknya hanya mendengung dan keluar dari kamar saudarinya itu. “Aku taruh susumu di atas meja dekatmu, minumlah”. Kemudian Wanmin benar-benar menutup pintu kamar Heera.

Heera menunggu.

Menunggu Daniel menghubunginya.

Tentu saja Heera mau mendengarkan Daniel meminta maaf atas semua perbuatannya. Pria itu begitu bajingan kemarin. Membuatnya menunggu hampir dua jam di cuaca dingin seperti ini, dan Heera mendapatkan kabar bahwa Daniel tengah menghadiri pesta ulangtahun teman sekolahnya dulu dari Jihoon. Tapi pria itu, entah lupa atau memang sengaja melupakan janji mereka.

Drrrttt Drrrttt

Mata almond Heera melebar dan langsung meraih ponselnya ketika melihat nama Daniel tertera di atas layar ponselnya. Daniel menghubunginya. Sekilas senyuman tipis keluar dari bibir gadis itu, dia sedikit senang karena Daniel masih ingin memperbaiki hubungan mereka.

“Ya?” Lemah Heera yang sengaja ia buat-buat. Sekitar sepuluh detik Daniel tidak berbicara di sebrang telpon.

“-maaf. Sungguh, aku benar-benar lupa kemarin”

“Kau jahat”

“Ya itu benar. Maafkan aku, kumohon. Aku gila jika kita seperti ini terus. Keluarlah, aku di depan rumahmu” Heera melompat dari ranjangnya dan melihat keluar jendela. Disana Daniel di sebelah sepeda gunungnya, tersenyum tulus padanya dengan tangan melambai menyuruhnya untuk turun. Heera mematikan panggilan telponnya, segera keluar rumah setelah sebelumnya ijin pada Wanmin yang tengah bermain gitar di ruang tamu.

Heera merengek dan memeluk Daniel begitu saja.

“Cengeng” Bisik Daniel dan Heera semakin menguatkan pelukannya mendapatnya senyuman dari Daniel yang juga membalas pelukannya. Daniel agak melonggarkan pelukannya dan membawa gadis itu ke dalam mantel panjang coklatnya. “Seharusnya kau pakai dulu mantelmu”.

“Biarkan saja, biar Kang Daniel mengkhawatirkanku”

“Aku sudah khawatir sejak kemarin. Jihoon memberitahuku bahwa kau menungguku, aku sudah gila bisa melupakanmu barang sedetik. Kau tahu aku langsung meninggalkan acara itu, tapi ketika sampai di café, kau sudah tidak ada. Aku ke rumahmu dan Wanmin menatapku benci, aku takut dan menjadi pengecut malam itu. Maafkan aku” Heera terkekeh dalam pelukan Daniel. Gadis itu mendongak demi menatap wajah prianya lebih jelas.

“Itu kalimat terpanjang yang pernah aku dengar dari mulutmu” Daniel menyentil dahi gadis itu dan kembali membawanya ke dalam pelukannya. Ya setidaknya Daniel bersyukur bahwa Heera bukan seorang wanita manja yang marah padanya sampai hampir seminggu. Jika memang Heera seperti itu, pada akhirnya Daniel akan terus membuntuti kekasihnya dan berjanji tidak akan ikut kelas sampai Heera mau memaafkannya.

END

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s