Anthem of Heart [ONESHOOT]

sad-animes-anime-pictures-3616550-640-480

 

Tittle: Anthem of Heart | Author: seulras| Genre: Sad Romance| Main Casts: Kim Mingyu, Park Jiyeon, Yoon Haera (OC), Kim Taehyung |Rating: PG-15

Saran, sebelum baca bisa dengerin lagu ini? Biar dapet sedihnya hahaha Watashi no Koe

.

Lantunan lagu terdengar ditelingaku, kuikuti sumber suara indah itu. Suara accordion beserta penyanyinya. Detik berikutnya aku sudah berada di bibir ruang musik menatap seorang namja memainkan accordion dengan indah, suaranya tidak terlalu bagus namun dapat mengikuti semua melodi dengan indah. Kemudian ia berhenti, sadar aku menatapnya sedari tadi

“Ji-jiyeon?!” Kagetnya hingga terbata menyebut namaku, aku mengerutkan keningku dan pergi meninggalkannya. Bukan aku takut padanya, aku malu menemuinya setelah aku tanpa izin seenaknya mendengar dia bernyanyi. Mingyu Kim, nama namja yang menjabat sebagai teman sekelasku itu menjadi orang pertama yang memanggil namaku selain guru guru disekolah ini.

 

***

 

Aku ingin dapat berbicara, aku ingin dapat mengobrol dan membuka topik pembicaraan pada teman teman, tapi tidak bisa, aku sudah dikutuk. Dikutuk untuk tidak dapat berbicara, sekali aku berbicara maka aku akan merasakan sakit yang luar biasa pada perutku.

“Hey” Sapa seseorang disampingku, aku menengok kearahnya dan menatap Mingyu yang sedikit tersenyum padaku. Aku mengalihkan pandanganku berusaha menyimpan rona merah yang tiba tiba saja muncul sedetik senyuman itu muncul.

“Bagaimana kau sudah lama mendengarku bernyanyi tadi?” Tanyanya, aku hanya diam, aku tidak mau mengalami sakit perut lagi. Sudah cukup sekali. Itu sangat sakit.

“Apa kau benar benar bisu?” Kugeleng kepalaku menjawab pertanyaannya, kembali senyumnya lolos begitu saja di bibirnya. Dia terlalu tampan untuk ukuran orang desa sepertiku.

“Lalu mengapa kau tidak menjawabku?” Aku mengeluarkan handphoneku dan mengetik ‘Jika aku berbicara, perutku akan sakit’. Dia melebarkan matanya padaku, seperti tidak percaya, percuma saja. Aku akan menjelaskan semuanya. ‘Aku minta nomormu’. Segera ia mengucapkan nomornya yang dengan sigap kusimpan dan kuketikkan kata kata panjang

‘Aku dikutuk agar tidak bisa berbicara, karena aku sudah menyebabkan kedua orangtuaku berpisah. Dan inilah kutukannya, setiap aku berbicara, aku akan merasakan sakit pada perutku’.

“Mungkin kau bisa bernyanyi” Ucapnya singkat sembari kembali tersenyum padaku, aku kembali mengetikkan pesan padanya

‘Apa kau yakin dengan bernyanyi aku tidak merasakan sakit?’ “Mungkin saja” Jawabnya padaku, aku tampak berpikir

“Aku pulang duluan ya” Sebelum pria itu melangkah lebih jauh dariku, lagi aku mengetikkan pesan untuknya

‘Bisa kau buatkan lagu untukku?’ Dia kembali menghadap padaku, wajah terlihat lebih datar dibanding yang tadi. “Maaf, aku tidak bisa. Aku bukan seorang musisi” Mingyu melanjutkan langkahnya meninggalkanku yang terdiam menatap punggungnya kecewa.

.

Kurebahkan diriku diatas sofa panjang yang berada diruang keluarga apartemenku, kuambil sebuah bantal dan menutupi wajahku dengan bantal itu

“Aku ingin kutukan ini hilang” Ujarku, tidak aku terlihat seperti menyanyi dibanding mengucapkan kata kata itu biasa. Kusingkirkan bantal yang menutupi wajahku, sedikit tersenyum karena aku tidak merasakan sakit pada perutku. Dan pada hari ini juga aku akan menyanyi untuk menyampaikan semua perasaanku.

 

***

 

Aku berdiri disamping Mingyu dan Haera membicarakan mengenai ide kami tentang acara yang akan kami adakan bulan depan. Mingyu menjelaskan semuanya, bahwa kami akan mengadakan acara musikal. Terdengar sekali banyak dari mereka yang protes akan acara kami

“Bagaimana kalian mengadakannya jika gadis itu saja tidak bisa berbicara?” Tanya seorang namja, tidak lebih tepatnya seperti mengejek, dia Kim Taehyung, ketua baseball. Seharusnya namja itu juga berada di tim yang sama dengan kami bertiga, namun namja itu seperti tidak perduli dan sangat menolak keberadaan tim kami.

“Taehyung! Kau tidak perlu berbicara seperti itu! Juniormu di club baseball saja membicarakanmu dibelakang, mengejekmu!” Ketus Mingyu mendekati Taehyung, kulihat namja lainnya berdiri, Junki, dia ketua baseball sementara menggantikan Taehyung yang mengalami cidera pada tangan kanannya karena perlombaan baseball kemarin. Junki menarik kerah Mingyu seakan tidak terima temannya diejek. Namun semua yang dikatakan Mingyu benar, aku, Mingyu dan Haera mendengar semua ejekan yang diberikan tim baseball untuk Taehyung disaat pria itu tidak ada.

“Aku akan berusaha, aku akan berusaha keras” Aku bernyanyi ditengah keributan antara kedua namja itu, semua menatapku dengan mata lebar mereka. Bodoh, mengapa aku harus bernyanyi disaat seperti ini. Sedetik kemudian aku berlali menuju toilet

“Park Jiyeon!” Kudengar Haera memanggilku dengan suara khawatirnya yang tidak kuperdulikan.

 

Author POV

 

“Aku tidak salah dengarkan?” Tanya salah seorang dari murid dikelas itu, mereka menatap teman mereka masing masing. Masih tidak percaya bahwa Jiyeon membuka suaranya didepan mereka semua. Dan Mingyu hanya tersenyum

“Kalian dengar? Dia bisa bernyanyi!” Ucap Mingyu melepaskan tangannya yang berada dibahu Junki. Begitu juga pria bernama Junki itu, dia menarik tangannya yang berada dikerah seragam Mingyu. Pria jangkung itu berlari keluar kelas menyusul Haera yang mengejar Jiyeon. Sedangkan seisi kelas itu hening, mereka tersenyum mengingat suara Jiyeon sangat lembut ditelinga mereka. Dan Taehyung, pria itu terlihat seperti berpikir dalam diam.

“Apa Jiyeon didalam?” Tanya Mingyu pada Haera yang menerikkan nama gadis itu berulang kali didepan toilet. Haera mengangguk dengan wajah khawatir, dia terkejut ketika Mingyu tersenyum dan mengeluarkan handphonenya

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Haera, Mingyu hanya diam fokus mengetik pada handphonenya. ‘Aku tidak apa-apa, aku tidak merasakan sakit lagi. Aku bisa bernyanyi’

‘Terimakasih, Jiyeon’

Haera hanya menatap lekat ekspresi bahagia Mingyu yang asik dengan handphonenya.

 

***

 

Ini sudah larut malam, namun gadis itu baru saja menginjakkan kakinya di stasiun kereta. Beruntung gadis itu menemukan seseorang yang sangat ia kenal

“Mengapa kau tidak pulang?” Tanya Haera pada pria dengan tangan yang disangga, Taehyung. Pria itu menatap Haera tidak tertarik

“Ibuku akan bingung jika aku pulang secepat ini” Haera tampak mengangguk dan terkekeh kecil, setelah itu hanya keheningan diantara mereka hingga pria itu membuka mulutnya

“Temani aku ke istana yang diatas sana” Taehyung menunjuk sebuah gedung bak istana yang berada dipuncak desa itu, Haera mengerutkan keningnya, pasalnya itu hotel tentu saja hal hal negatif yang terbesit dioraknya jika seorang pria mengajaknya untuk ke hotel

“Tidak mau, lagipula aku sudah mempunyai kekasih” Taehyung mendengus, ternyata benar dia menjalin hubungan dengan seseorang, batin Taehyung.

“Sudah berapa lama dengan Mingyu?” Taehyung sedikit menolehkan kepalanya pada gadis cantik itu, sedangkan sang gadis semakin tidak nyaman berada didekat pria jengkel itu.

“Itu hanya saat aku berada disekolah menengah”

“Lalu, kau menjalin hubungan dengan siapa sekarang?” Taehyung sangat penasaran dengan siapa pria yang memenangi hati gadis cantik itu. Dia tidak mau kalah dengan pria itu. Bukankah sudah tradisi bahwa ketua baseball berpacaran dengan ketua pemandu sorak? Tapi kali ini berbeda Haera sama sekali tidak melihat Taehyung. Yang ada pria itu yang terus mengejar sang gadis, dan sang gadis hanya membuangnya cuma cuma.

“Itu urusanku, sudahlah, aku akan ke halte sebelah kereta yang akan datang masih setengah jam lagi” Haera meninggalkan Taehyung dan turun menuju halte yang berada disebrang Taehyung.

 

***

 

Jiyeon membuka pintu apartemennya dan memberikan sebuah amplop pada seorang yeoja baya yang sedari tadi menunggu didepan apartemennya. Yeoja baya itu sempat mengucapkan terimakasih setelah menerima amplop dari Jiyeon, dia sempat mengucapkan sapa pada ibu Jiyeon yang berpapasan dengannya.

“Ibu sudah katakan jangan pernah keluar rumah! Aku malu mempunyai anak yang tidak bisa berbicara!” Jiyeon terdiam, dia menitikkan air matanya dan keluar apartemen begitu saja. Dia berlari meninggalkan ibunya, meninggalkan kenyataan bahwa ibunya sangat membencinya. Dia mengeluarkan handphonenya, kembali tangannya dengan lincah menari diatas eletronik itu

‘Seorang gadis yang mempunyai mimpi untuk tinggal diistana dengan seorang pangeran, namun yang ada ia hanya dapat menghancurkan segala kehidupan nyatanya. Ia dikutuk untuk tidak dapat berbicara, suaranya hilang. Tolong buatkan aku lagu dengan itu’

.

Mingyu tidak mengerti isi pesan yang dikirim oleh Jiyeon, dia berhenti ketika kini dihadapannya Jiyeon baru saja turun dari bus. Ia melihat gadis itu menangis

“Tolong….buatkan….aku-“ Jiyeon memegang perutnya erat, sakit, batin Jiyeon. “Tolong buatkan aku lagu” Ucap Jiyeon cepat, kini dia memegang perutnya sembari berjongkok. Mingyu menatap iba Jiyeon, ia tahu gadis ini sangat menderita banyak perasaan yang tidak ia sampaikan hingga gadis itu menahan semuanya, menelannya mentah mentah.

.

“Masuklah” Ajak Mingyu pada Jiyeon, kini mereka sudah dirumah Mingyu, lebih tepatnya kamar yang berisi penuh dengan buku buku musik dan piano disana

“Dulu aku les piano, ayahku sangat memaksaku untuk bermain piano sedangkan ibuku memaksaku untuk bersekolah. Disaat aku menikmati permainanku dengan piano, ibu dan ayahku bertengkar, mereka berpisah karena keegoisanku. Tapi ayah tetap mendukungku untuk tetap bermain piano, namun semenjak itu aku tidak bermain piano lagi” Jiyeon mengangguk menanggapi cerita panjang lebar Mingyu, kemudian pria jangkung itu membuka penutup pianonya dan mulai menekan tuts tuts piano.

“Sekarang, kita coba membuat lagu dengan pesanmu” Ia menaruh handphonenya dihadpannya bak not not lagu, jemarinya mulai memainkan satu satu not dan berhenti. Seperti telah mendapatkan ide, ia kembali menekan tuts tuts dan memberikan melodi indah sembari menyanyikan lagu dengan lirik dari pesan Jiyeon. Gadis itu tersenyum bangga pada Mingyu, bahkan rona merah sangat nampak pada kedua pipi chubby-nya. Tak berselang lama, Mingyu menyelesaikan permainan pianonya yang mendapatkan tepukan tangan keran dari Jiyeon.

“Tidak usah terlalu berlebihan begitu” Mingyu menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal setelah mendapat respon dari Jiyeon.

 

***

 

Jiyeon dan Mingyu berjalan beriringan memasuki sebuah café yang tak jauh dari sekolah mereka, tak lama mereka duduk. Haera dan Taehyung datang, Mingyu sedikit terlonjak mendapati Taehyung yang ikut pertemuan mereka.

“Maafkan aku tentang kemarin” Mingyu mengangguk tersenyum menanggapi pernyataan maaf Taehyung, kemudian Taehyung duduk disamping Mingyu sedangkan Haera duduk disamping Jiyeon.

“Ini naskah musikalnya” Mingyu menyerahkan naskah pada Taehyung, pria dengan tangan yang disangga itu menerimanya

“Aku tidak dapat bernyanyi, tapi aku dapat berakting” Taehyung menatap Jiyeon sekilas, melihat gadis berambut pendek itu asik membaca naskah. “Aku senang Taehyung sunbae tidak datang ke latihan kita minggu ini” Taehyung menyipitkan matanya, Jiyeon, Mingyu dan Haera menatap kearah sumber suara. Itu junior yang berada di tim baseball. Taehyung berdiri mendekati mereka yang masih menjelekkan namanya. Sejurus kemudian mereka terdiam ketika mendapati Taehyung berdiri dibelakang mereka, dengan segera mereka meminta maaf, namun satu dari mereka tidak meminta maaf.

“Aku tidak mau meminta maaf kepada ketua baseball yang jelas tidak ada gunanya, ia hanya membentak tidak jelas. Tidak tahu betapa lelahnya kita berlatih demi kejuaraan” Ucapnya, Taehyung menatap juniornya itu. “Senior yang jelas jelas-“

“Cukup! Kata kata seperti itu dapat menyakiti perasaan orang dan kau tidak tahu bagaiman perasaan orang itu!” Jiyeon, ya gadis berambut pendek itu berteriak mengehentikkan ucapan juniornya yang tidak pantas dibicarakan kepada seniornya. Sedetik kemudian Jiyeon merintih kesakitan memegangi perutnya.

“Yak! Jiyeon-ah, kau tidak apa apa?” Mingyu panik, itu yang dinilai Haera, jujur ia juga panik namun hatinya sedikit tidak rela mengakui bahwa Mingyu telah jatuh cinta pada Jiyeon.

.

“KAU SEMAKIN MEMBUATKU MALU!” Mingyu, Haera dan Taehyung terdiam mendengar bentakan ibu kepada sang anak, tidak tinggal diam Mingyu mendekati kedua insan itu. Ia sedikit bungkuk memberi hormat pada ibu Park.

“Anak Anda sangat periang, ia juga sangat bersemangat” Mingyu menangkap betapa terkejutnya sang ibu mndengar perkataannya. Jiyeon memang tidak banyak bicara, namun dia gadis yang sangat semangat. Itu yang dipikirkan Mingyu setelah mengenal Jiyeon dan membagi kisah mereka berdua yang tidak beda jauh tragisnya.

 

***

 

Haera dan Mingyu berjalan setelah mengantar Taehyung ke stasiun, mereka hening tidak berniat membuka konversasi.

“Ehm… Kau sangat baik pada Jiyeon” Ucap Haera membuka pembicaraan yang sudah lama sangat ingin ia bahas dengan pria jangkung itu. Pria yang masih menduduki hatinya

“Aku melihatnya sangat bersemangat, ia sama sepertiku tidak mau mengungkapkan hal hal yang perlu diungkapkan” Haera menghentikkan langkahnya “Aku juga punya satu hal yang belum dapat kuungkapkan” Gumamnya.

 

***

 

Besok adalah hari dimana acara dimulai, seisi kelas sangat tidak sabar menunggu hari esok, setelah seharian mereka mengadakan gladi bersih mereka merapihkan panggung menghiasi semuanya, menyiapkan barang barang yang dibutuhkan.

“Haera tolong buang sampah ini” Ucap ketua kelas, ia melihat Mingyu yang tak jauh dari pandangan matanya

“Mingyu tolong bantu Haera” Haera sedikit tersentak, namun Mingyu hanya diam mendekatinya dan mengambil alih barang bawaannya. Kembali keheningan merasuki kedua insan itu setiap berjalan bersama

“Sudahlah kau kembali saja kedalam, aku bisa melakukannya sendiri” Tolak Haera untuk mendapt bantuan dari Mingyu, pria itu menggeleng justru mengalihkan pembicaraan menuju topik lain

“Kudengar dari Taehyung kau sudah punya kekasih” Haera menunduk mendengar perkataan Mingyu, seandainya Mingyu yang tahu yang dimaksud itu adalah dirinya, apa Mingyu tidak ingat belum ada kata akhir diantara mereka saat itu.

“Ya, apa kau cemburu?” Tanya Haera terjerat dalam topik Mingyu, Mingyu menurunkan barang barang yang ia bawa, ia menatap Haera serius.

“Siapa itu? Aku tidak pernah tahu” Mingyu menjadi seperti Taehyung ia penasaran siapa namja itu, namja yang merebut Haera darinya

“Sama seperti sekolah menengah dulu” Mingyu melebarkan matanya, dia bukan pria bodoh yang tidak mengerti bahwa Haera masih menganggapnya kekasihnya. “Tapi sekarang kau sudah mencintai Jiyeon”

“Mengapa kau membawa Jiyeon dalam masalah ini?”

“Karena dia mempunyai nomormu, kau selalu berada disisinya, kau slealu bahagia bersamanya” Mingyu sadar gadisnya kini menangis, ia sangat ingin merengkuh gadis itu tapi dia masih ragu

“Aku selalu bersamanya, bukan berarti aku mencintainya”

BRUK

Mereka mendengar suara dari dalam gedung, sejurus kemudian mereka melanjutkan tujuan mereka membuang sampah.

.

Gadis itu berlari kencang, mengapa takdirnya seperti ini? Dibenci orang, menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan. Dia ingin mati. Kakinya tersandung mengakitbannya terjatuh, kakinya berdarah dan ia tidak perduli akan itu. Jiyeon menekan perutnya

“Kau tahu sebenarnya, hatimu yang sakit bukan perutmu” Dia melihat dirinya yang berbalut dress merah dan bando merah. Dia mendekati Jiyeon dengan seringaian aneh “Karena kau mencintai Kim Mingyu, mencintai Kim Mingyu, mencintai Kim Mingyu”

“Diam!” Teriaknya, dia kembali menangis. Karena semua perkataan Jiyeon berbaju merah itu benar. Dia mencintai Kim Mingyu

“Mari ku hancurkan cita citamu yang sudah setengah jalan”

 

***

 

Semua wajah diruangan itu panik, pasalnya Jiyeon adalah pemeran utama di acara musikal ini namun dia tidak menunjukkan batang hidungnya sedikitpun.

“Yak, apa kalian tidak melihat Jiyeon diperjalanan balik ke gedung? Karena kami suruh dia membawa tas tas kami juga” Haera dan Mingyu saling menatap mereka menggeleng kepala mereka, dan terdiam. Mingyu sadar dengan suara yang terdengar saat ia berbicara dengan Haera semalam.

“Kecuali…ia mencintaiku” Taehyung mendekati Mingyu dengan wajah marah, ingin sekali ia meninju wajah temannya itu, namun ini bukan waktu yang tepat.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?” Tanya Taehyung, Mingyu berlari sembari berteriak

“Aku akan membawanya kembali” Mingyu seperti orang bodoh saat ini, ia berlari ketempat manapun menurutnya menjadi persembunyian Jiyeon. Namun tidak ada, ia kembali mengingat pesan Jiyeon padanya, yang menjadi naskah drama musikalnya. Istana, batin Mingyu. Dia melihat gedung besar dipuncak desa ini, ia berlari dengan cepat berusaha mengejar Jiyeon.

Dengan cahaya dari handphonenya Mingyu memasuki sebuah kamar dengan pintu yang terbuka, dia tersenyum melihat Jiyeon duduk dilantai dengan kepala diatas tempat tidur.

“Ayo kembali, dramanya sudah dimulai” Ucap Mingyu mengulurkan tangannya. Jiyeon terkekeh kecil

“Bagaimana aku bisa kembali jika pangeranku tidak ada? Lagipula aku dikutuk untuk tidak bisa bernyanyi” Mingyu melebarkan matanya, Jiyeon berbicara dengan lancar saat ini “Jiyeon suaramu?”

“Pergilah, aku sudah mati” Singkat Jiyeon masih menatap langit langit kamar yang gelap itu, Mingyu duduk bersila didepan Jiyeon.

“Kutukan itu tidak ada, kau yang membuatnya sendiri!” Ketus Mingyu, Jiyeon menatapnya tajam. Katakan Jiyeon membenci Mingyu saat ini

“Itu nyata! Jika tidak nyata, maka aku sudah gila” Mingyu menangis, dia seperti kehilangan adiknya. Dia sudah menganggap Jiyeon seperti adiknya yang harus ia jaga

“Luapkan semua perasaanmu padaku, aku akan menerimanya” Jiyeon berdiri mendekati Mingyu

“Kau pria bodoh, aku tidak butuh belas kasihanmu. Kau sama seperti wanita itu, bermuka dua! Kalian sama saja!” Mingyu mengangguk setidaknya itu membuat Jiyeon sedikit lega. “Lalu?” Mingyu bertanya lembut, Jiyeon menatapnya mencoba menghapus air matanya

“Dan satu lagi, aku tidak pernah mengucapkan namamu” Mingyu tersenyum ia juga baru sadar selama ini Jiyeon tidak pernah memanggilnya “Kim Mingyu, Kim Mingyu, Kim Mingyu” Mingyu berdiri dan mengulurkan tangannya berusaha membawa Jiyeon kembali, dramanya sudah menunggu

“Dan…aku mencintaimu, Kim Mingyu” Mingyu kembali mengangguk dan tersenyum

“Terimakasih, tapi aku mencintai gadis lain” Jiyeon menyambut uluran tangan Mingyu

.

Drama musikal sudah setengah jalan dengan Haera pengganti Jiyeon, sedangkan ibu Jiyeon menatap panggung menyesal. Dia datang karena Jiyeon berpartisipasi, namun dia sudah menduganya anak itu tidak bisa melakukan ini. Dia tidak pernah berbicara.

“Kau tahu, kau membuka mulutmu sedikitpun semua orang sudah membencimu hahahaha” Ucap Taehyung dalam perannya, ibu Jiyeon menyilangkan kedua tangannya didada menunduk dia menggeleng tidak menerima. Tidak aku tidak mau itu, batin Ibu Jiyeon.

“Farewell, my voice beyond that mountain,

into the lake sleeping so deeply

Now it is gone

 

The sorrowful words that scar people’s hearts

I cried, I don’t want to utter them

Now it is gone

 

Good morning, hello,

how are you today? It’s all good

How I miss this common conversation

 

Everyone rejoiced that my voice disappeared

Because everyone hates the words that I say

 

Heaving with sobs, my voice is already gone

Left behind, I can no longer even cry”

 

Itu suara Jiyeon, tanpa sadar air mata begitu sajaj lolos dipipi ibu Jiyeon. Dia tidak tahu bahwa anaknya semenderita ini. Dia melihat Jiyeon berjalan ditengah tengah penonton dengan jubah hitam menuju panggung. Anaknya memiliki suara terindah yang pernah ia dengar.

 

***

“Doakan aku!” Semua tim baseball mengangguk menanggapi Taehyung, pria itu berlari mendekati Jiyeon yang tengah berjalan meninggalkan sekolah

“Park Jiyeon!” Jiyeon menengok kearah Taehyung, gadis itu tersenyum

“Aku mencintaimu” Taehyung tersenyum mendapati kedua rona merah dipipi gadis itu. Ya Taehyung jatuh cinta pada Jiyeon, pada suara gadis itu, pada semua tingkah gadis itu. Dia sangat beruntung Mingyu masih menjalin cintanya dengan Haera sehingga ia tidak akan kalah menyatakan cintanya pada Jiyeon.

 

END

 

Maaf kalo jelek, ini adalah versi saya dari sebuah anime berjudul sama. Anime rekomendasi buat readers semua, semoga ditonton biar dapet feelnya, ini ga lengkap jujur bagus banget animenya tadinya mau kopi semuanya, tapi saya rasa terlalu kekanakan jadi coba sedikit dibeda bedain meskipun banyak yang sama dan ga semua di taro ke ff ini.

Advertisements

11 thoughts on “Anthem of Heart [ONESHOOT]

  1. APA INI? Ahhh aku kira ini ending GyuYeon? Boleh kah aku kesallll??

    Ceritanya DAEBAK. Penuh misteri dari awal tapi ternyata saya mengerti. Tapi sayang endingnya mengecewakan, menurutku hehhe. Maaf ya jangan kesel sama akuu thor.

    Aku pas liat main castnya, seneng luar biasa tapi pas di ending kecewa hehehe. Okee next ff lainnya, dan semoga GyuYeon menjadi sepasang kekasih.

  2. Ending yang enggak diduga,, bagus dh semangat buat ceritanya ,, mistery,,
    Tapi alur ceritanya terlalu cepat menurut aq

  3. Waahhh plot twist duh syok berat hahaha
    Padahal ceritanya mainly ttg mingyu jiyeon ya tapi endingnya vyeon wkkwk untung gue suka taehyung juga jadi ending yg vyeon pun ttep sukaaa tapi ini jatohnya jadi gak suka sama haera malah wks

  4. Aq pkir endingnya jiyeon sma mingyu ternyata sma taehyung pdahal pertamanya taehyung suka sma haera,, oia tpi aq pnasaran apa endingx jiyeon bisa bicara tanpa ngerasa skt?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s